Ada apa dengan Greenland?
Greenland, pulau terbesar di Bumi, memiliki beberapa cadangan sumber daya alam terkaya di dunia.
Kekayaan alamnya termasuk bahan baku penting. Salah satunya adalah sumber daya seperti litium dan unsur tanah jarang (REE) yang penting untuk teknologi ramah lingkungan, tetapi produksi dan keberlanjutannya sangat sensitif. Greenland juga memiliki mineral dan logam berharga lainnya, dan volume hidrokarbon yang sangat besar termasuk minyak dan gas.
Tiga deposit REE di Greenland, jauh di bawah lapisan es, mungkin termasuk yang terbesar di dunia berdasarkan volume. Deposit tersebut memiliki potensi besar untuk pembuatan baterai dan komponen listrik yang penting untuk transisi energi global.
Skala potensi hidrokarbon dan kekayaan mineral Greenland mendorong penelitian ekstensif oleh Denmark dan Amerika Serikat. Kedua negara melakukan penelitian tentang kelayakan komersial dan lingkungan dari kegiatan baru seperti pertambangan.
Survei Geologi Amerika Serikat memperkirakan bahwa daratan timur laut Greenland (termasuk daerah yang tertutup es) mengandung sekitar 31 miliar barel setara minyak dalam hidrokarbon. Mirip dengan seluruh volume cadangan minyak mentah Amerika Serikat.
Wilayah Greenland yang bebas es hanya mencakup kurang dari seperlima dari total luas permukaan pulau tersebut. Jadi, memunculkan kemungkinan bahwa terdapat cadangan sumber daya alam yang belum dieksplorasi dalam jumlah besar di bawah lapisan es.
Mengapa Greenland memiliki begitu banyak sumber daya alam?
Konsentrasi kekayaan sumber daya alam Greenland terkait dengan sejarah geologisnya yang sangat beragam selama 4 miliar tahun terakhir. Beberapa batuan tertua di Bumi dapat ditemukan di sini, serta bongkahan besi asli (bukan yang berasal dari meteorit) seukuran truk.
“Pipa” kimberlit yang mengandung berlian ditemukan pada tahun 1970-an tetapi belum dieksploitasi. “Hal ini sebagian besar karena tantangan logistik dalam penambangannya,” tulis Jonathan Paul di laman The Conversation.
Secara geologis, sangat tidak biasa jika suatu wilayah mengalami ketiga cara utama pembentukan sumber daya alam. Mulai dari minyak dan gas hingga REE dan permata. Proses-proses ini berkaitan dengan episode pembentukan gunung, pergeseran (relaksasi dan ekstensi kerak bumi), dan aktivitas vulkanik.
Greenland dibentuk oleh banyak periode pembentukan gunung yang berkepanjangan. Gaya tekan ini memecah kerak bumi, memungkinkan emas, permata seperti rubi, dan grafit untuk diendapkan di patahan dan retakan.
Grafit sangat penting untuk produksi baterai lithium tetapi masih “kurang dieksplorasi”, menurut Geological Survey of Denmark and Greenland. Hal ini dibandingkan dengan produsen utama seperti Cina dan Korea Selatan.
Namun, sebagian besar sumber daya alam Greenland berasal dari periode pergeseran lempengnya. Termasuk, yang terbaru, pembentukan Samudra Atlantik dari awal Periode Jurasik lebih dari 200 juta tahun yang lalu.
Cekungan sedimen daratan Greenland seperti Cekungan Jameson Land tampaknya memiliki potensi cadangan minyak dan gas terbesar. Namun, biaya yang sangat tinggi membatasi eksplorasi komersial. Ada juga semakin banyak penelitian yang menunjukkan potensi sistem perminyakan yang luas yang mengelilingi seluruh wilayah lepas pantai Greenland.
Logam seperti timbal, tembaga, besi, dan seng juga terdapat di cekungan sedimen daratan (sebagian besar bebas es). Logam telah ditambang secara lokal, dalam skala kecil, sejak tahun 1780.
Siapa pemilik Pulau Greenland? Mengapa sejarah panjang pulau tersebut lebih rumit dari yang Anda kira?Patano/Wikipedia
Siapa pemilik Pulau Greenland? Mengapa sejarah panjang pulau tersebut lebih rumit dari yang Anda kira?
Unsur tanah jarang yang sulit didapatkan
Meskipun tidak terkait erat dengan aktivitas vulkanik, banyak bahan baku penting Greenland berutang keberadaannya pada sejarah vulkaniknya.
Unsur tanah jarang seperti niobium, tantalum, dan ytterbium telah ditemukan di lapisan batuan beku. Unsur tanah jarang itu diendapkan oleh air hidrotermal hangat yang bersirkulasi di ujung intrusi vulkanik besar.
Yang terpenting di antara unsur tanah jarang, Greenland juga diprediksi memiliki cadangan disprosium dan neodymium di bawah es. Jumlahnya cukup untuk memenuhi lebih dari seperempat permintaan global di masa depan, dengan total gabungan hampir 40 juta ton.
Unsur-unsur ini semakin dipandang sebagai unsur tanah jarang (REE) yang paling penting secara ekonomi namun sulit diperoleh. REE berperan penting dalam energi angin, motor listrik untuk transportasi jalan raya yang ramah lingkungan, dan magnet di lingkungan bersuhu tinggi seperti reaktor nuklir.
Pengembangan deposit yang sudah diketahui seperti Kvanefield di Greenland Selatan dapat dengan mudah memengaruhi pasar REE global, karena kelangkaannya secara global.
Dilema yang menyedihkan
Transisi energi global terjadi karena meningkatnya kesadaran publik akan berbagai ancaman pembakaran bahan bakar fosil. Namun, perubahan iklim memiliki implikasi besar terhadap ketersediaan banyak sumber daya alam Greenland yang saat ini tertutup oleh lapisan es setebal beberapa kilometer. Sumber daya alam itu merupakan bagian penting dari transisi energi tersebut.
Area seluas Albania telah mencair sejak tahun 1995. Dan tren ini kemungkinan akan semakin cepat kecuali emisi karbon global turun tajam dalam waktu dekat.
Kemajuan terbaru dalam teknik survei, seperti penggunaan radar penembus tanah, memungkinkan untuk melihat dengan kepastian yang semakin tinggi di bawah lapisan es. Ilmuwan sekarang dapat memperoleh gambaran akurat tentang topografi batuan dasar di bawah lapisan es hingga 2 km. Hal ini memberikan petunjuk tentang potensi sumber daya mineral di bawah permukaan Greenland.
Namun, kemajuan dalam eksplorasi di bawah lapisan es berjalan lambat – dan ekstraksi berkelanjutan kemungkinan akan terbukti lebih sulit.
Segera, dilema yang menyedihkan ini mungkin perlu diatasi. Haruskah kekayaan sumber daya Greenland yang semakin melimpah diekstraksi secara besar-besaran, untuk mendukung dan meningkatkan transisi energi?
Namun, melakukan hal itu akan menambah dampak perubahan iklim di Greenland dan sekitarnya. Termasuk merusak sebagian besar lanskapnya yang masih alami dan berkontribusi pada kenaikan permukaan laut yang dapat menenggelamkan permukiman pesisirnya.
Saat ini, semua kegiatan pertambangan dan ekstraksi sumber daya diatur secara ketat oleh pemerintah Greenland. Kerangka hukum komprehensif yang berasal dari tahun 1970-an digunakan untuk mengawasi kegiatan pertambangan.
Namun, ada tekanan untuk melonggarkan kontrol ini dan untuk memberikan izin baru untuk eksplorasi dan eksploitasi. Tekanan itu mungkin makin meningkat di tengah minat kuat Amerika Serikat terhadap masa depan Greenland.
EmoticonEmoticon